Feb 10, 2011

Sulit, Mudah, RedhaNya



satu waktu, sudah lama sekali
seseorang berkata dengan wajah sendu
"alangkah beratnya..alangkah banyak rintangan ...alangkah berbilang sandungan..alangkah rumitnya."


ak bertanya, "lalu?"
dia menatap dalam-dalam, lalu menunduk
"apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?"


"hanya kerana itu kau menyerah kawan?"
aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup 
menghadapi segala badai ujian dalam ikhitar seperti dialaminya
"yah..bagaimana lagi?" tidakkah semua halangan seperti ini petanda bahwa Allah tidak meredhainya?"


aku mengikutinya menghela nafas panjang
lalu bertanya, "andai Muhammad SAW berfikir sebagaimana engkau fikir, adakah Islam di muka bumi?"
"maksudmu akhi?", ia terbelalak


"ya, andai Muhammad berfikir bahwa banyak kesulitan bererti tidak diredhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?


ada banyak titik sepertimu saat ini, saat Muhammad bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar,
mungkin saat dalam rukuknya ia dijerat di bahagian leher
mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta
mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu
mungkin saat ia dikatakan gila, penyair, dukun dan tukang sihir
mungkin saat ia dan keluarga diboikot secara keseluruhan di Syi'b Abi Thalib
mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya diseksa di depan mata
atau saat pakcik terkasih dan isteri tersayang di panggil Ilahi
atau pada saat dunia ditawarkan padanya ; takhta, harta, wanita..


"jika Muhammad berfikir sebagaimana engkau menalar
tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?
tapi Muhammad tahu, kawan
redha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya
berat atau ringannya, bahagia atau deritanya
senyum ata lukanya, tawa atau tangisnya"


"redah Allah terletak pada apakah kita menaatiNya dalam menghadapi semua itu
apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan laranganNya dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan"


"maka selama itu engkau berjalan, bersemangatlah kawan..."



credit to Dalam Dekapan Ukhuwah by Salim A.Fillah

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...